HOPE Counselling & Assessment Center
Ada telinga yang siap mendengarkan keluhan..
Ada tangan yang terbuka menerima rangkulan..
Ada ucapan yang teduh memberikan tuntunan..
Ada hati yang tulus disediakan..
Friday, 3 August 2012
UPACARA PEMBUKAAN "HOPE COUNSELING AND ASSESSMENT CENTER" DI UNIVERSITAS PELITA HARAPAN, LIPPO VILLAGE, TANGERANG

Dengan Berkat Tuhan, upacara sederhana pembukaan "Hope Counseling and Assessment Center" telah dilaksanakan pada tgl 4 Agustus 2012. Upacara tersebut dimulai dengan puji-pujian kepada Tuhan, doa, pemukulan gong dan pengguntingan untaian melati oleh ibu Hannah Achmadi sebagai Ketua Dewan Pengurus Yayasan Kristen "Harapan dan Kasih", bapak Pdt. Yakub B. Susabda Ph.D sebagai Pendiri dan Ketua Dewan Pembina, dan ibu Aileen H.Riady sebagai Pendiri dan anggota Dewan Pembina.

Hope Counseling and Assessment Center yang didirikan oleh Bapak DR (Hon) James Riady, Ibu Aileen H.Riady, Pdt. Yakub B. Susabda Ph.D, Ibu Esther Susabda Ph.D, dan DR. (Hon) Yonathan Parapak ini memang lahir dari beban dan kerinduan untuk menyediakan tempat dan pelayanan konseling yang memadai bagi komunitas Lippo Village dan masyarakat di Jakarta Barat pada umumnya. Mottonya adalah, "apapun masalahnya, selalu ada "Hope / pengharapan"

Dalam kata sambutannya, Ibu Hannah Achmadi menyampaikan bahwa gedung bertingkat empat yang megah dan indah ini memang dirancang sedemikian rupa untuk menghadirkan suasana nyaman, hangat dan ramah bagi siapa saja yang datang untuk mendapatkan pelayanan konseling yang sebaik-baiknya. Selanjutnya, bapak DR (hon) James Riady membagikan pengalaman-pengalaman pribadinya yang telah memperbaharui seluruh kehidupannya melalui pelayanan konseling yang pernah diterimanya. Itulah sebabnya beliau menegaskan keyakinannya akan perlunya sebuah tempat pelayanan konseling yang professional di Karawaci. Pelayanan konseling bukanlah sekedar pemberian nasehat, kata Pdt. Yakub B. Susabda Ph.D dalam ceramahnya. Pelayanan konseling adalah suatu seni /art yang harus dipelajari sebagai disiplin ilmu yang, baginya, merupakan perpaduan integratif antara psikologi, psikoterapi, theologi, dan bakat pribadi dalam bidang konseling. Itulah sebabnya, setiap konselor yang melayani di Hope Counseling and Assessment Center haruslah individu yang telah menyelesaikan program S-2 dalam konseling dari sekolah tinggi yang terakreditasi dengan benar. Artinya, dari sekolah tinggi yang semua dosennya benar-benar memiliki S-3 dan S-2 yang dapat dipertanggung-jawabkan, mempunyai kampus yang layak, dan perpustakaan dengan minimal 30.000 judul buku untuk psikologi, konseling dan theologi. Tanpa dukungan fasilitas sedemikian, mata-mata kuliah yang diberikan akan menjadi mata-mata kuliah tanpa bekal wawasan gerak pengembangan pikiran akademis yang dapat dipertanggung-jawabkan.

Selanjutnya, Pdt. Yakub B.Susabda Ph.D memberi contoh kurikulum yang dipakai untuk mempersiapkan calon-calon konselor dalam program S-2 konseling, yaitu : mereka harus lulus Individual Counseling I dan II, kemudian menyelesaikan tuntutan mata kuliah dengan IPK minimum 3.00 dalam mata kuliah pengantar Psikologi, Psikologi Perkembangan, Psikologi Anak, Psikologi remaja, Psikologi dan Teologi keluarga, Psikologi Abnormal, Psikologi Pendidikan, Psikologi Sosial, Etika Konseling, Konseling Pastoral I dan II, Terapi Keluarga, Sejarah dan Filsafat Psikologi, Statistik, Design Riset, Teori dan Praktek Konseling I dan II, Praktikum dengan supervisi Rutin mendiskusikan rekaman dan Verbatim I, II, III, Psikodiagnosis I dan II, Konseling Pranikah, dan beberapa mata kuliah Theologi, Filsafat, Alkitab, dan Integrasi Ilmu.